Skizofrenia mungkin merupakan sindrom klinis yang paling membingungkan dan melumpuhkan, merupakan gangguan psikologis yang berhubungan dengan pandangan populer tentang gila atau sakit mental. Hal ini sering menimbulkan rasa takut, kesalahpahaman dan penghukuman, bukannya simpati dan perhatian.Meskipun berbagai bentuk kegilaan telah menimpa manusia sepanjang sejarah, bentuk perilaku yang disebut skizofrenia baru dijelaskan sebagai sindrom medis untuk pertama kalinya oleh Emil Kraepelin pada tahun 1893.
Beberapa Gangguan Psikotik
1. Gangguan Psikotik Singkat
Gangguan psikotik singkat merupakan gangguan psikotik yang berlangsung dari satu hari hingga satu bulan. Ciri Gangguan: Waham, halusinasi, pembicaraan yang tidak terorganisasi, perilaku yang tidak terorganisasi atau katatonik.
Penyebab gangguan sering dihubungkan dengan satu atau beberapa stresor yang signifikan, misalnya kehilangan orang yang dicintai atau trauma perang. Dapat terjadi juga pada perempuan pasca melahirkan.
Penanganan gangguan psikotik singkat secara umum dapat dilakukan melalui psikoterapi dan pada beberapa kasus diperlukan terapi obat (farmakoterapi) untuk mendukung psikoterapi yang dilakukan. Setelah episode akut diselesaikan, individu, keluarga, dan terapi kelompok dapat dianggap untuk membantu mengatasi stres, menyelesaikan konflik, dan meningkatkan harga diri dan kepercayaan diri.
2. Gangguan Skizofreniform
Gangguan skizofreniform merupakan suatu perilaku abnormal yang mirip identik dengan skizofrenia, yang berlangsung kurang dari enam bulan lamanya. Gangguan psikotik ini belum dapat dikategorikan skizofrenia.
Ciri Gangguan: Kurang responsif, pikiran aneh, ketidakmampuan memahami emosi, pola bicara abnormal, halusinasi, delusi, ketidakmampuan mengekspresikan perasaan, kesulitan memahami bahasa, kesulitan berpikir, kurang memiliki kemampuan sosial, kesulitan mempertahankan hubungan.
Penyebab Gangguan: Faktor biologis, genetika, biokimia, berhubungan dengan lingkungan.
Penanganan/Treatment: Terapi kerja, pengobatan, konseling dan pengobatan psikologis.
3. Gangguan Delusi
Gangguan delusi merupakan suatu kondisi dimana pikiran terdiri dari satu atau lebih delusi. Delusi diartikan sebagai ekspresi kepercayaan yang dimunculkan kedalam kehidupan nyata seperti merasa dirinya diracun oleh orang lain, dicintai, ditipu, merasa dirinya sakit atau disakiti. Gangguan delusi dapat terjadi pada siapa saja dengan beberapa kondisi tertentu, tanpa mestinya adanya gejala yang menunjukkan skizofrenia.
Secara awam orang yang berhadapan dengan pasien memiliki delusi akan terlihat nyata, hal ini disebabkan ekspresi wajah yang begitu menyakinkan sehingga orang akan mempercayai dengan apa yang diucapkan oleh individu dengan gangguan delusi tersebut. Pasien akan terlihat secara normal layaknya orang lain selama tema episode itu berlangsung. Disebut sebagai gangguan delusi bila kemunculan delusi tersebut bukan disebabkan oleh kondisi medis.
Ada beberapa macam tipe delusi diantaranya delusion of erotomanic; individu atau pasien mempercayai seseorang mempunyai kedudukan penting dan terlibat percintaan dengannya. Delusion of grandiose; pasien mempercayai bahwa ia mempunyai pengetahuan yang lebih, bakat, insight, kekuatan, kepercayaan orang, atau mempunyai hubungan khusus dengan orang terkenal bahkan Tuhan. Delusion of jealous; pasien mempercayai bahwa pasangannya berselingkuh atau tidak dapat dipercaya. Delusion of persecutory; pasien mempercayai bahwa dirinya ditipu, dimata-matai, diikuti, difitnah dan tidak mempercayai orang lain. Delusion of somatic; pasien mempercayai bahwa tubuhnya merasakan sensasi sesuatu atau merasakan salah satu dari bagian organ tubuhnya tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Selain tipe-tipe delusi di atas, ada juga penderita delusi tipe campuran di mana penderita mempunyai delusi lebih dari satu tipe, juga ada tipe tidak terdefinisi; bila tidak termasuk didalam kategori yang ada diatas; atau tipe lainnya yang berkaitan dengan budaya setempat.
Beberapa tipe delusi lainnya dalam gangguan psikotik: Delusion of control; waham dimana individu beranggapan bahwa dirinya dikendalikan dari luar, atau orang lain. Delusion of influence, pasien merasa dirinya dipengaruhi oleh sesuatu kekuatan dari luar dirinya. Delusion of passivity, dimana individu dalam ketidaberdayaan, merasa dirinya sebagai orang paling malang. Delusion of perception, pengalaman indrawi yang berkenan dengan mistik atau mukjizat.
Kita bisa saja lihat ciri khusus untuk gangguan ini seperti :
- Munculnya delusi atau pikiran aneh-aneh yang merupakan refleksi pemikiran dari situasi tertentu yang kemudian muncul kedalam kehidupan nyata dengan waktu durasi minimal selama 1 bulan atau lebih.
- Simtom berbeda dari skizofrenia bila individu belum pernah mengidap gangguan tersebut, kecuali diikuti dengan delusi pembauan secara konsisten bersamaan dengan tema yang ada.
- Tidak adanya gangguan perilaku (atau bentuk perilaku yang ganjil) dan gangguan fungsi sosial
- Gejala mood menyertai gejala delusi yang muncul berlangsung singkat selama episode delusi berlangsung
- Ganguan delusi tidak disebabkan oleh penggunaan obat dan kondisi medis tertentu
Jika jita ingin lihat banyak faktor kemunculan delusi, mood yang tidak stabil mempunyai pengaruh terhadap munculnya kepercayaan-kepercayaan adanya delusi. Misalnya saja pada tipe persecutory dan cemburu akan memicu munculnya rasa marah dan memunculkan perilaku kekerasan terhadap orang lain atau bahkan terhadap diri sendiri. Himpitan ekonomi, banyaknya stressor disekeliling individu dapat memicu munculnya delusi hingga individu tersebut menjadi penakut. Individu yang mencoba mengobati dirinya dengan sesuatu yang seharusnya tidak perlu merasakan adanya pengaruh terhadap tubunya merupakan salah satu gambaran tipe somatic.
pada dasarnya jika kita ingin meihat gangguan yang ada kita lihat sebelumnya intesitas(waktu) berapa lama gangguan itu berlangsung dan seberapa parah menggangu kehidupannya sehingga mempengaruhi lingkungan, diri sendiri bahkan bisa saja melakukan tindakan bunuh diri ataupun membunuh orang lain.
Komentar
Posting Komentar